• #
  • #
  • #
  • #

"ISTRIKU BIDADARIKU"

Penulis : Pada Hari : Minggu, 08 Januari 2012 | Jam : 12.33
"ISTRIKU BIDADARIKU"
Bidadariku, aku ingin kecantikan dan keindahanmu hanya untukku. Aku tak ingin kecantikan dan keindahanmu dinikmati banyak orang. Aku tak ingin wajahmu terpampang di Facebook dan jejaringan sosial lainnya. Sehingga kecantikan dan keindahanmu dinikmati oleh semua laki2 sebumi ini. Aku tak ingin mereka memikirkan macam-macam tentang dirimu. Aku ingin kecantikan dan keindahanmu hanya untukku seorang.
Apabila diriku memakai kopiah, aku digelar ustadz. Apbila diriku diselubungi jubah, digelar syeikh. Apabila Lidahku mengajak manusia ke arah makruf digelar da’i. Apabila aku memakai jas putih dan memakai stetoskop aku digelar dokter. Bukan itu yang aku pinta karena aku hanya mengharapkan keridhaan Allah. Yang aku takuti, ketika diriku mulai didekati oleh wanita karena perawakanku, kepintaranku dan perwatakanku. Baik yang indah berhijab atau yang ketat bert-shirt, semuanya singgah disisiku. Aku risau imanku akan lemah. Diriku tidak dapat menahan dari fitnah ini. Rasulullah S.A.W pernah bersabda, “Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih bahaya untuk seorang lelaki melainkan wanita.”
Aku khawatir amalanku bukan sebulatnya untuk Rabbku tetapi untuk makhluknya. Aku memerlukan dirimu untuk menghindari fitnah ini. Aku khawatir kurangnya ikhlas dalam ibadahku menyebabkan diriku dicampakkan ke neraka meninggalkan kau seorang diri di syurga. Aku merasa bersalah kepada dirimu karena khawatir cinta yang hak dirimu akan aku curahkan kepada wanita lain. Aku sukar untuk mencari dirimu karena dirimu bagaikan permata bernilai di antara ribuan kaca yang berkilau. Tetapi aku yakin jika namamu yang ditulis di Luh Mahfuz untuk diriku, niscahaya rasa cinta itu akan Allah tanamkan dalam diri kita. Tugas pertamaku bukan mencari dirimu tetapi mensolehkan diriku. Sukar untuk mencari solehah dirimu andai solehku tidak setanding dengan ke’solehah’anmu. Janji Allah pasti kupegang dalam misi mencari dirimu. “Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik.”
Jiwa remaja ku ini mulai meracau mencari cinta. Matang kian menjelma dan kehadiran wanita amat terasa untuk berada di sisi. Setiap kali aku merasakannya, aku membayangkan dirimu. Di sana engkau setia menunggu diriku, tetapi di sini aku curang kepadamu andai aku bermain dengan cinta fatamorgana. Sampaikan doamu kepada diriku agar aku dapat menahan gelora kejantananku disamping aku mengajukan sendiri doa pelindung diri.
Bukan harta,rupa dan keturunan yang aku pandang dalam mencari dirimu. Cukuplah agama sebagai pengikat kasih antara kita.sekilas wajahmu agar menciptakan keserasian diantara kita karena itu pesan Nabi kita. Tidak perlu alis mata seakan alis mata unta, wajah bersih seakan putih telur ataupun bibir merah delima tetapi cukup cuma akidah sekuat akar, ibadah sebagai makanan dan akhlak seindah budi.
“nikahilah isteri karana empat perkara; keturunan, harta, rupa dan agama. Dan jika kau memilih agama, engkau tidak akan menyesal.” Jika aku dipertemukan dengan dirimu, akan ku jaga perasaan kasih dan cinta ini supaya tidak tercurah sebelum masanya. Akan aku jaga kasih dan cinta ini sampai dipertemukan dengan dirimu. Akan aku curahkan cinta dan kasih ini hanya padamu. Akan ku jadikan syara’ sebagai pelindung diri kita. Akan ku jadikan akad nikah itu sebagai cop halal untuk mendapatkan dirimu. Biarlah kita mengikuti nenek moyang kita, Nabi Adam dan Siti Hawa yang menikah sebelum disatukan agar kita dapat menikmati kenikmatan pernikahan yang menjanjikan ketenangan jiwa, ketenteraman hati dan kedamaian batin. Doakan diriku ini agar tidak berputus asa dan sesat dalam misi mencari dirimu karena aku memerlukan dirimu untuk melengkapkan sebahagian agamaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Popular Posts