• #
  • #
  • #
  • #

Puisi yang masih mencintaimu (kepada kau yang entah dimana)

Penulis : Pada Hari : Senin, 16 Januari 2012 | Jam : 05.08
Pernahkah kau tahu ?
Ini adalah file yang sama tempat mimpi – mimpi tentangmu pernah sangat menyentuh
Ini adalah waktu yang selalu terlalu larut untuk melukis garis – garis wajahmu (dengan hati – hati)
untuk kujadikan mimpi yang mungkin bisa kusetubuhi sampai pagi

Begitu larut
meski untuk sebuah puisi
Sebuah musim dapat sekenanya berganti
Dan ini semua seperti hal – hal yang tak pernah dinamai
Begitu misteri

Di tengah malam yang bisu sekelebat bayangmu mengganggu
Kupaksakan menulis sajak mengantar kau berlalu
Mantra – mantra pengusir rasa
Yang entah mantra atau sonata atau entah apa namanya
Kepada kau yang entah dimana

Kepada kau yang entah dimana

Kepada kau yang entah dimana

Kepada kau yang entah dimana

Pagi nanti bangunlah segera bersama langit redup
dan bintang – bintang yang pamit pergi

Alam raya bawakan kencana
Lihat matahari, refleksinya begitu lugu di bola matamu yang masih sayu
Disana ada sebuah puisi yang kutulis untukmu bertahun lalu
Rasakan embun – embun muda
Disana pernah ada ungkapan dalam sebuah prosa tentang gincumu yang agak jingga

Tunggulah siang datang
Terik kan memaksamu buka baju sampai telanjang
Disana pernah ada murka yang kupiara saat tangismu menggema
penuhi sajak di bait pertama saat sajak lainnya memperkosamu

Sabarlah sampai senja
Sampai temaram selimuti lengang langit bersemedi
Disana ada merah merona dan sunyi
Dan kicau burung pulang ke sarang yang kunamai dengan namamu dalam sebuah puisi

Tunggulah malam ini
di bulannya ada sebuah mantra atau sonata
atau entah apa namanya yang kan mengantarmu pulas


Dari memori yang tak pernah kau ingat dengan lekas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Popular Posts